DaerahPolitik

Dinamika Internal Golkar DKI Jakarta Dinilai Tak Sehat, Kekuatan Partai Berpotensi Melemah

3565
×

Dinamika Internal Golkar DKI Jakarta Dinilai Tak Sehat, Kekuatan Partai Berpotensi Melemah

Sebarkan artikel ini
Partai Golkar DKI Jakarta.

DERING MEDIA, Jakarta – Partai Golkar DKI Jakarta tengah menjadi sorotan setelah muncul kritik terkait lambatnya kaderisasi dan dinamika internal yang dianggap tidak sehat. Alban, salah satu tokoh masyarakat Golongan Karya, menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan kekuatan Golkar di ibu kota.

Menurut Alban, hingga kini struktur kepengurusan Partai Golkar DKI Jakarta belum juga rampung. Hal itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat Golkar Jakarta, terlebih disertai dengan munculnya isu-isu negatif, seperti kisruh perebutan posisi sekretaris dan lemahnya transparansi penggunaan dana pergantian suara caleg pada Pileg 2024.

“Anggaran APBD melalui Dinas Kesbangpol DKI Jakarta jumlahnya miliaran rupiah dan dicairkan setiap tahun sekali. Jika anggaran itu tidak dikelola secara transparan, maka akan melemahkan suara Partai Golkar, khususnya di Jakarta,” ujar Alban.

Baca Juga :  Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern pada Panen Raya di Jawa Barat

Ia juga menilai komposisi kepengurusan Golkar DKI Jakarta saat ini terkesan stagnan. “Struktur di Golkar DKI Jakarta masih didominasi pola 4L (Lu Lagi Lu Lagi), sehingga regenerasi kaderisasi tidak berjalan dengan baik,” tambahnya.

Padahal, lanjutnya, Golkar DKI Jakarta berhasil menambah kursi di DPRD dari 6 menjadi 10 kursi pada Pemilu 2024. Namun pencapaian itu, menurut Alban, bukan semata karena perorangan, melainkan buah dari perjuangan kolektif para caleg yang mengedepankan semangat gotong royong.

Lebih jauh, Alban menyoroti lemahnya kepekaan pengurus Golkar di tingkat kota dalam menyambut HUT ke-61 Partai Golkar pada Oktober ini. “Seakan-akan Golkar Jakarta mengalami insomnia, tidak pernah dilahirkan, karena tak ada karya nyata menyongsong hari ulang tahun partai,” kritiknya.

Baca Juga :  Satpol PP dan Damkar Pamekasan Lakukan Bimtek Operasi Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal

Ia juga menyinggung soal peran organisasi masyarakat (ormas) sayap Partai Golkar di DKI Jakarta yang dinilai mati suri. Kondisi itu, menurutnya, turut menjadi faktor melemahnya mesin politik Golkar di ibu kota.

“Mati surinya ormas-ormas yang ada di Partai Golkar DKI Jakarta berakibat pada kekalahan Golkar dalam kontestasi Pilgub DKI. Ini menjadi PR besar bagi pengurus Golkar DKI Jakarta,” pungkas Alban.